Showing posts with label Debian. Show all posts
Showing posts with label Debian. Show all posts

Cara Menkonfigurasi Web Server Apache Di Debian 7.4

November 10, 2017 Add Comment

Cara Menkonfigurasi Web Server Apache Di Debian 7.4


Kali ini saya akan memberitahu cara menginstall web server apache di debian 7.4

Sebelumnya server dan client harus sudah terkoneksi satu sama lain Cara Menyambungkan Server Ke Client

Jika sudah, kalian harus sudah terkonfigurasi DNS Servernya Konfigurasi DNS Server di Debian 7.4

Jika sudah bisa tersambung server ke client dan DNS sudah terkonfigurasi berarti sudah bisa dimulai

Langkah pertama adalah login debian dengan root


Lalu masukan cd 1 dan install apache2 dengan perintah "apt-get install apache2"


Lalu masuk ke direktori /var/www, dengan perintah "cd /var/www"


Lalu ketik ls untuk mengecek apakah ada filenya didalam direktori tersebut

Lalu buka file index.html dengan perintah "nano index.html"


Lalu atur file tersebut agar tampilan di web bisa lebih bagus, file index.html ini berfungsi untuk menampilkan web yang akan di lihat oleh client


Jika sudah dirubah, save filenya

Lalu restart apachenya dengan perintah "service apache2 restart"

Jika sudah coba buka browser dari client dan masukan dns servernya


Jika sudah maka akan seperti itu

Ya sekian blog kali ini semoga bermanfaat untuk kalian semua

Pengertian Dan Sejarah Linux

November 07, 2017 Add Comment

Pengertian Dan Sejarah Linux


Kali ini saya akan menjelaskan tentang linux

Linux adalah nama dari sebuah sistem operasi yang berbasis Unix yang disebarluaskan ke masyarakat secara gratis dan berada di bawah lisensi GNU General Public License (GPL), yang berarti bahwa Linux didistribusikan berikut dengan source code-nya. Ketersediaan akses kode sumber memungkinkan para pengguna untuk memodifikasi sistem operasi ini yang kemudian diperbolehkan juga untuk digunakan dan didistribusikan kembali secara bebas. Nama Linux sendiri diambil dari nama si penciptanya yaitu Linus Torvalds, untuk lebih jauh tentang sejarah Linux akan kami bahas pada artikel berikutnya.

Yang menjadi perbedaan paling utama antara sistem operasi Linux dengan sistem operasi populer lainnya adalah terletak pada kernel Linux dan komponen-komponen yang menyususnnya yang bida diakses secara bebas dan terbuka. Namun perlu pembaca ketahui, linux bukanlah satu-satunya sistem operasi yang berada pada kategori open source, masih terdapat beberapa sistem operasi lain yang bersifat sama dengan Linux. Akan tetapi Linux menjadi contoh terbaik dan sistem operasi open source yang paling banyak digunakan.

Pengembangan sistem operasi Linux dilakukan dengan cara mendistribusikannya secara bebas sehingga setiap calon pengguna dapat mendownload sistem operasi ini di internet atau mendapatkannya dari forum-forum khusus. Forum pengguna Linux biasanya membentuk sebuah komunitas khusus untuk memodifikasi sistem, setelah itu kode sumber yang telah dimodifikasi dan dikembangkan tersebut kembali dibagikan melalui internet atau media lainnya. Siapapun bebas untuk bergabung dengan komunitas dalam pengembangan sistem operasi Linux.

Kelebihan Linux

Open Source; Linux adalah salah satu sistem operasi yang bersifat open source, bebas untuk dimiliki, bebas untuk dikembangkan, dan bebas untuk didistribusikan ulang.

Freeware; Linux merupakan sistem operasi yang mempunyai bersifat Freeware, hal ini berarti siapapun baik untuk penggunaan pribadi, kelompok, dan instansi sekalipun dapat menggunakan sistem operasi ini secara bebas dan tanpa dituntut untuk membayar royalty kepada si penciptanya.

Minimal Hardware; Linux hanya membutuhkan spesifikasi hardware komputer yang rendah, namun tetap untuk kebutuhan yang tinggi seperti grafis dan lainnya disarankan untuk menggunakan spesifikasi yang lebih tinggi.

Skalabilitas; Linux dapat berjalan pada mesin sekecil 3Com Palm Pilot dan Digital Itsy atau pada mesin besar seperti Beowulf Clusters.

Stabilitas; Keandalan linux dipercaya oleh badan sekelas NASA, NASA menggunakan sistem operasi Linux untuk sebuah percobaan tanaman di luar angkasa yang membutuhkan kestabilan sistem tinggi.

Shared Libraries; Linux menggunakan sistem penomoran versi Shared Libraries. Sehingga memungkinkan untuk memperbaharui versi tanpa akan adanya kerusakan pada program lain.

Non-Fragmentasi; Pengguna linux dipermudah dalam penggunaan untuk mengedit, membuat, dan menghapus file tanpa harus kuatir akan terjadinya fragmentasi pada program atau data yang ada.

Kebal Virus; Linux lebih kebal terhadap serangan virus dibandingkan dengan sistem operasi lain seperti yang berbasis DOS. Hal ini merupakan yang paling penting karena berhubungan dengan sistem keamanan.

Masih terdapat beberapa kelebihan lainnya dari sistem operasi linux, yaitu: Bugfix, Native Protocol TCP/IP, File System 32 Bit, Multi User, Multiconcole, Multitasiking, Virtual Memory, Akses Sistem File, EMulator, Partition Mounting. Selain itu Linux juga mendukung beberapa software penting untuk sebuah server andal, diantaranya: Proxy Serverl Local, Transparent Proxy, Web Server, FTP Server, Remote, Firewall, Shell Programmbale. Selain itu Linux juga menyediakan dukungan terhadap fasilitas GUI (Graphic User Interface).

Kekurangan Linux

Disamping seabreg kelebihan Linux, terdapat beberapa kekurangan yang terdapat pada sistem operasi gratis ini.

User awam akan mengalami kesulitan ketika pertama kali menggunakan Linux, karena sistem operasi ini sama sekali berbeda dengan sistem operasi populer semacam Windows.

Beberapa jenis Linux masih belum optimal dalam penyajian WYSYWYG (What You See is What You Get). Namun kelemahan ini sekarang sudah mulai diperbaiki dan kita sudah bisa menggunakan sistem operasi Linux yang benar-benar telah mendekati nilai sempurna.

Macam Macam Distribusi Linux

  • Ubuntu
  • Debian
  • Redhat
  • Mandrake
  • Caldera Open
  • Slackware
  • OpenSUSE
  • Corel Linux
  • Turbo Linux
  • Fedora
  • BackTrack
  • Xandros
  • ClearOS
  • Chrome OS
  • Gentoo Linux
  • Sabayon
  • CentOS
Nah itulah penjelasan tentang Linux

Sekian artikel kali ini semoga bermanfaat untuk kalian semua

Konfigurasi DNS Server di Debian 7.4

November 05, 2017 Add Comment

Konfigurasi DNS Server di Debian 7.4

Konfigurasi DNS Server di Debian 7.4


Kali ini saya akan memberitahu cara menkonfig DNS Server di Debian 7.4, sebelum saya memberitahu caranya saya akan memberitahu sedikit tentang DNS

DNS (Domain Name System) adalah sebuah sistem yang berfungsi menterjemahkan alamat IP ke nama domain atau sebaliknya, dari nama domain ke alamat IP. Sebagai contoh, ketika anda mengetikkan sebuah alamat suatu web misalkan detik.com, maka DNS akan menterjemahkannya ke dalam alamat IP 203.190.242.69 agar dapat dimengerti oleh komputer.

Nah itulah penjelasan singkat tentang DNS Server, lalu saya akan memberitahu cara menkonfig DNS Server di Debian 7.4

Langkah pertama login ke Debian sebagai root

Lalu cek IP address pada debian dengan perintah "ifconfig"


Konfigurasi DNS Server di Debian 7.4

Lalu hubungkan PC Server dengan PC Client

Bagi yang tidak tahu silahkan lihat di Cara Menyambungkan Server ke Client

Jika sudah, cek FQDNnya dengan memasukan perintah "hostname -f"


Konfigurasi DNS Server di Debian 7.4

Setelah itu, install DNS nya
Masukan CD 1 Debian, lalu masukan perintah "apt-get install bind9"

Jika sudah terinstall, masuk ke direktori DNS nya dengan masukan perintah "cd /etc/bind/"

Lalu buka file named.conf.default-zones dengan memasukan perintah "nano named.conf.default-zones"

Konfigurasi DNS Server di Debian 7.4

Tampilan filenya seperti itu, lalu scrool sampai paling bawah

Lalu tambahkan tulisan seperti ini
zone "namadomain" {
                   type master;
                   file "/etc/bind/db.namadomain";
};

zone "(3 angka awal IP).in-addr.arpa"{
                  type master;
                  file "/etc/bind/db.(3 angka awal IP)";
};

Konfigurasi DNS Server di Debian 7.4

Setelah menambahkan tulisan itu, save filenya

Lalu copy file db.local dengan db.namadomain dengan masukan perintah "cp db.local db.namadomain"

Konfigurasi DNS Server di Debian 7.4

Setelah di copy, buka file db.namadomain dengan perintah "nano db.namadomain"

Tampilan filenya seperti ini

Konfigurasi DNS Server di Debian 7.4

Lalu ubah filenya menjadi seperti ini

Konfigurasi DNS Server di Debian 7.4

Setelah itu save

Lalu copy file db.127 dengan db.192 dengan memasukan perintah "cp db.127 db.192"

Konfigurasi DNS Server di Debian 7.4

Setelah dicopy, buka filenya dengan perintah "nano db.192"

Ini tampilan filenya

Konfigurasi DNS Server di Debian 7.4

Lalu ubah menjadi seperti ini

Konfigurasi DNS Server di Debian 7.4

Setelah itu save

Lalu buka file resolv.conf dengan perintah "nano /etc/resolv.conf"

Konfigurasi DNS Server di Debian 7.4

Setting filenya seperti gambar diatas
Setelah itu save

Lalu restart bind/dnsnya dengan perintah "service bind9 restart"

Setelah itu cek apakah DNS sudah berjalan
Cek dengan perintah
"nslookup arief.thorin.com"
"nslookup www.thorin.com"
"nslookup 192.168.8.1"

Konfigurasi DNS Server di Debian 7.4

Jika berhasil maka tampilannya akan seperti gambar diatas

Lalu kita cek di PC Client apakah DNS nya sudah berjalan
Buka CMD di PC Client
Lalu masukan perintah yang sama seperti tadi

Konfigurasi DNS Server di Debian 7.4

Nah jika seperti itu maka DNS nya sudah berhasil
Jika kalian gagal, cek setiap langkahnya karena jika ada yang salah sedikit maka akan gagal, dan kalau males untuk mencari kesalahannya ulang aja dari awal dan ikuti caranya dengan teliti

Yak sekian artikel kali ini semoga bermanfaat untuk kalian semua :D

Konfigurasi DHCP Server di Debian 7.4

November 05, 2017 Add Comment

Konfigurasi DHCP Server di Debian 7.4

Konfigurasi DHCP Server di Debian 7.4

Kali ini saya akan memberikan cara konfigurasi DHCP Server di Debian 7.4, sebelumnya saya akan menjelaskan sedikit pengertian DHCP itu sendiri

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) merupakan protokol client-server yang digunakan untuk memberikan alamat IP kepada komputer client/perangkat jaringan secara otomatis.

DHCP dibagi menjadi 2 istilah yaitu DHCP Server dan DHCP Client, DHCP Server adalah komputer/pc yang bertugas untuk memberikan alamat IP kepada Client, dan DHCP Client adalah komputer/pc yang menerima IP dari DHCP Server 

Bisa dikatakan DHCP itu memberikan IP Address ke PC secara otomatis tanpa mengatur IP yang ada di client itu.

Nah itu adalah sedikit pengertian DHCP

Sekarang saya akan memberitahu cara menkonfig DHCP Server di Debian 7.4

Langkah pertama adalah atur IP Address pada Server Debian dengan cara mengetik "nano /etc/network/interfaces" setelah itu akan muncul tampilan seperti ini

Konfigurasi DHCP Server di Debian 7.4

Jika sudah di pasang IP nya save file konfigurasi tsb

Lalu restart PC Servernya dengan perintah reboot atau init6

Setelah di restart, masukan CD 2 dan ketikan perintah "apt-cdrom add" 
Jika sudah install DHCP nya

ketikan perintah "apt-get install dhcp3-server"



Konfigurasi DHCP Server di Debian 7.4

Akan ada tulisan fail, tulisan ini bukan berarti fail installnya ya, tetapi fail untuk menjalankan DHCP nya karena belum dikonfigurasi sama sekali

Lalu buka file konfigurasinya dengan perintah "nano /etc/dhcp/dhcpd.conf" 

Lalu cari tulisan yang dilingkari merah ini 

Konfigurasi DHCP Server di Debian 7.4

Lalu ubah file konfignya
subnet itu adalah IP network Server dan netmask itu adalah netmasknya server
range adalah IP range yang akan diberikan ke PC Client
option domain-name-servers itu adalah IP DNS server
option domain-name adalah nama domain server
option routers adalah IP address server 
broadcast adalah IP broadcast server (karna saya tidak memasang IP broadcast jadi saya mempagarnya agar tidak aktif)
default-lease-time hanya di hilangkan tanda pagarnya saja, angka 600 nya dibiarkan saja
lalu dibawahnya juga seperti itu

Jika sudah di ubah save file konfignya

Lalu atur port/eth mana yang dipakai untuk DHCP nya itu sendiri, ketikan perintah "nano /etc/default/isc-dhcp-server" 

Lalu scrool paling bawah dan isi eth mana yang dipakai saat memasang IP Address

Konfigurasi DHCP Server di Debian 7.4

Saya menggunakan eth0

Lalu save

Lalu restart DHCP nya dengan perintah "service isc-dhcp-server restart" 

Konfigurasi DHCP Server di Debian 7.4

Akan ada bacaan fail di baris pertama, jangan panik karna kita hanya memperhatikan di baris kedua, kalau starting nya ok berarti dhcp berhasil di jalankan

Lalu kita atur IP client menjadi obtain agar IP client mendapatkan IP secara otomatis dari DHCP server

Konfigurasi DHCP Server di Debian 7.4

Jika sudah klik ok

Lalu cek apakah IP nya sudah masuk atau belum

Konfigurasi DHCP Server di Debian 7.4

Jika sudah berhasil maka akan seperti ini

Nah begitulah cara konfigurasi DHCP Server, mudah bukan caranya?:v

Sekian artikel kali ini semoga kalian semua terbantu oleh artikel ini, yak sekian semoga bermanfaat :D